Penderitaan dan kesusahan yang demikian berat telah dijalani rasulullah dan para sahabat ra dalam memperjuangkan Islam. Sekarang kita hanya menyandang nama serta mengaku sebagai pengikut mereka.
Kesabaran kita dibandingkan para sahabat dan kesungguhan kita dibandingkan dengan para sahabat dalam memperjuangkan Islam sungguh terasa sangatlah jauh sekali.
Yang jelas, kita perlu merenungkan; bagaimana kwalitas keimanan para sahabat ra. sehingga dapat berkorban begitu tinggi untuk agama ini.
Masing-masing diantara kita pun bisa mengambil peran yang berguna untuk ummat.
Sesungguhnya, keberhasilan itu senantiasa diperoleh dengan kesungguhan dalam usaha.
Dan dalam berusaha, hargailah perjuangan saudara kita yang hari ini mungkin berbeda jalannya dengan kita dalam menegakkan syariat Islam. Misalnya ada saudara kita yang menjadi mujahidnya Allah, ada juga yang bersungguh-sungguh dalam tafaqquh fid diin (menjadi 'ulama), dsb.
Hormatilah gerakan dakwah lainnya yang mereka juga menuju atau menginginkan kebangkitan Islam ini kembali walaupun berbeda dengan thariqah yang kita pahami.
Tidak ada di antara kita yang memiliki kesempurnaan, maka hendaknya kita itu saling melengkapi, saling bersinergi untuk kebangkitan Islam. Bukannya saling mengklaim kebenaran hanya ada pada kelompoknya dakwahnya saja.
Kita menginginkan suatu kehidupan yang damai, sedangkan orang-orang kafir semakin giat merusak agama dan dunia kita, dan kita malah disibukkan dengan perang lidah dengan sesama Muslim. Apakah mungkin islam tegak ditangan orang-orang lidahnya kotor dan hatinya benci kepada sesama muslim?
Kemajuan Islam tergantung pada kita. Generasi ummat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam
Wallahu a'lam
@Diean_puspita04
Tidak ada komentar:
Posting Komentar